Beranda Buah Bibir Adipati Dolken Peran Berat Jadi Jenderal Soedirman

Adipati Dolken Peran Berat Jadi Jenderal Soedirman

1917
0
BERBAGI
Adipati Dolken. Foto: Dudut Suhendra Putra.
Adipati Dolken. Foto: Dudut Suhendra Putra.
Adipati Dolken. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Jakarta, theatersatu.com: Adipati Dolken, namanya kian dipehitungan di layar lebar, saat berhasil terpilih menjadi Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 lewat perannya di film Sang Kiai. Sementara lakon pertamanya di film, saat pria kelahiran Bandung, 19 Agustus 1991 ini, tampil di film Punk In Love (2009).

Kini sosok Adapati kian menjulang namanya di layar lebar, saat tampil sebagai pemeran utama menjadi Jenderal Soedirman di film Jenderal Soedirman. Adi pun tak memungkiri kalau dirinya yang sebelumnya hanya mengenal Soedirman sebagai nama jalan utama di Indonesia, jadi kian mengetahui sosok sesungguhnya siapa itu Soedirman?

“Ini film biopik aku yang ketiga. Pertama film Slank Nggak Ada Matinya, Sang Kyai,” ungkap Adipati.

Adegan film Jenderal Soedirman
Adegan film Jenderal Soedirman

Berikut petikan wawancara Adipati Dolken pada wartawan awal pekan kemarin, usai nonton bareng priview film Jenderal Soedirman di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan:

Kesannya memerankan Jenderal Sudirman?
Kesannya jelas campur aduk. Rasanya senang, juga deg-degan. Aku juga sadar kalau ini merupakan peran yang berat dan beban serta tanggung jawabnya berat. Tapi dengan bantuan dari temen-temen itu membikin motivasi aku kuat.

Melalui proses casting nggak sebelumnya untuk berperan jadi Soedirman?
Iya dong. Casting dua kali.

Ada siapa aja yang ikutan casting?
Nggak tahu.

Ada latihan fisik khusus nggak?
Berlatih di boot camp ada. Aku dilatih sama Koppasus di daerah Lembang selama delapan hari. Di sana saya dilatih seperti tentara, tidak benar-benar tentara.

Berlatih menggunakan senjata juga?
Berhubung Jenderal Sudirman nggak pakai senjata, jadi nggak ada latihan memegang senjata. Pegang keris aja tapi itu selalu dibawa kemana-mana.

Kesulitan saat latihan apa aja?
Dinginnya. Di sana kalau malam hari suhunya di bawah 10 derajat celcius, dan kalau siang hari suhunya hanya 15 derajat celcius. (Kisahnya 7 (tujuh) bulan perang gerilya dimana Jenderal Soedirman menempuh 1000 (seribu) kilometer dalam keadaan sakit dengan hanya satu paru-paru yang tersisa dan mengambil lokasi pengambilan gambar di Jawa Tengah, Yogya, Bandung, Batujajar, dan Situ Lembang). Bayangin udah dingin dan kemasukan air, badanku juga kurus begini. Lalu juga harus menghafalkan dialog, jadi konsentrasi susah.

Saat menghafal dialog juga menemui kesulitan?
Kalau dialog aku masih bisa mengatasi. Jadi kalau sudah mengerti maksudnya, semua gampang aja keluarnya. Masalahnya itu bukan dihafalan tapi bagaimana menjiwai dialognya.

Kesulitan lainnya?
Kesulitannya adalah di suara. Karena sampai sekarang aku belum pernah mendengar suara Jenderal Sudirman dan juga nembangnya Jenderal Sudirman. Dan aku belum fasih menggunakan suara Jawanya. Jadi itu semua pake interpretasi sendiri. Aku juga nanya ke anaknya Jenderal Sudirman, Pak Teguh dan melihat bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain. Katanya juga, Sudirman adalah perokok berat dan suaranya berat banget.

Berapa lama suting film ini?

Total syuting 43 hari. Belum liburnya mungkin sekitar 50 harian.

Komentarnya soal film ini?
Film ini punya kemasan yang luar biasa. Ini adalah film sejarah tapi tidak mendikte untuk belajar sejarah. Kalian bisa mengenal Sudirman dan perjalanannya melalui film ini. Aku juga memainkan peran yang luar biasa, pasti ada kritikan. Tapi yang penting aku sudah melakukan dengan semaksimal mungkin agar film ini dapat diterima oleh masyarakat. Wik/ibra).

Adegan film Jenderal Soedirman
Adegan film Jenderal Soedirman

Prestasi :

Asia New Star Model Award dalam ajang Asia Festival Model Award 2014 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan.
Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013
Selebriti Pria Paling Memikat Infotainment Award 2014
Aktor Favorit Indonesia Kids Choice Award 2014[2]

Filmografi:

Punk In Love (2009)
Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009)
18+ (2010)
Pocong Keliling (2010)
18++ Forever Love (2012)
Malaikat Tanpa Sayap (2012)
Perahu Kertas (2012)
Perahu Kertas 2 (2012)
Sang Martir (2012)
Operation Wedding (2013)
Sang Kiai (2013)
Crazy Love (2013)
Adriana (2013)
Slank The Movie: Nggak Ada Matinya (Never Dies) (2013)
Marmut Merah Jambu (2014)
Aku, Kau & KUA (2014)
Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014)
Jenderal Soedirman (2015)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz