Beranda Buah Bibir Anjlok 90% Jumlah Penonton Film Nasional, Sinyal Film Indonesia diambang Kematian?

Anjlok 90% Jumlah Penonton Film Nasional, Sinyal Film Indonesia diambang Kematian?

1359
0
BERBAGI
Eksekutif Produser Maxima Pictures, Yoenka. Foto: Ibra
Eksekutif Produser Maxima Pictures, Yoenka. Foto: Ibra
Eksekutif Produser Maxima Pictures, Yoenka. Foto: Ibra

Jakarta,theatersatu.com: Penonton film nasional mengalami penurunan dratis sepanjang semester 2015 ini, disemua katagori. Jangankan untuk mencapai 1 juta penonton, untuk meraup ratusan ribu penonton saja film nasional sulit sekali.

Dari catatan pengamat film Yan Widjaya via akun Twitter @yan_widjaya, dalam semester pertama tahun 2015 ini sudah beredar 62 judul film Indonesia. Sayangnya total penontonnya hanya 4,7 juta orang. Berarti rata-rata film hanya dapat 76.222 penonton.

Untuk tiga besar film nasional yang mencapai box office hingga medio Juni 2015 ini, total jumlah penonton 1.230.685 orang, dengan rincian sebagai berikut, 1. Film Di Balik 98, ditonton 648.947 orang, 2. Film Tarot, ditonton 329.160 orang, 3. Film Toba Dreams, ditonton 252.578 orang.

Sedang data terakhir penonton film Indonesia lain yang disebutkan filmindonesia.or.id, film Indonesia yang terakhir beredar hingga dipenghujung Juni ini, terasa lebih miris lagi.

Yaitu lima film nasional yang terakhir beredar total hanya ditonton 60.714 penonton. Dengan rincian,1. Film Pizza Man, ditonton 19.208 orang, 2. Film Ayat-Ayat Adinda, ditonton 12.588 orang, 3.Film Persembahan Terakhir ditonton 5.312 orang, 4. Film Halu ditonton 16.822 orang. 5. Film Cabe-Cabean ditonton 6.784 orang.

Apa penyebabnya film nasional penontonnya bisa anjlok jauh dari tahun-tahun sebelumnya, berikut wawancara theatersatu,com dengan Eksekutif Produser Maxima Pictures, Yoenka:

Film Indonesia penontonnya merosot tajam, untuk mendapatkan 1 juta penonton saja sekarang sulit sekali?

Sangat-sangat sulit sekali sekarang film nasional untuk mendapatkan 1 juta penonton. Dulu kita pajang nama Dewi Perssik, sudah kebayang kita akan mudah mendapatkan 1 juta penonton.

Saat ini saya berani mengatakan penonton film nasional hingga semester pertama 2015 jumlahnya anjlok hingga 90%. Ini sungguh memprihatinkan dan jadi sinyal kalau dibiarkan film nasional tengah diambang kematian. Dan, peristiwa beberapa tahun lalu terhadap nasib film Indonesia bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Apa penyebabnya film Indonesia penontonnya anjlok?

Menurut saya ada tiga penyebabnya. Pertama, harus diakui film-film Hollywood belakangan ini film yang dihadirkan bagus-bagus kualitasnya.

Kedua, film nasional tahun ini produksinya memang banyak tapi tidak diimbangi dengan kualitas. Harusnya film nasional yang masuk bioskop harus selektif untuk tayang di bioskop, ini dilakukan demi menjaga kualitas film nasional sendiri.

Ketiga, film-film bajakan masih marak beredar dan ini juga jadi salah satu penyebab film nasional penontonnya terus menurun. Saya ingat betul dulu waktu pak Jokowi baru jadi Presiden, beliau mengatakan akan menghentikan pembajakan. Benar memang setelah Jokowi bicara seperti itu, saya 3 hari kelilingi Glodok dan penjual film bajakan memang tidak ada. Tapi setelah itu muncul lagi. Bayangkan, kalau seorang Presiden saja bicaranya sudah tidak didengar?

Bagaimana dengan pengaruh film-film yang tayang di Youtube, apakah juga mempengaruhi penonton film nasional?

Dulu kami akui film-film yang hadir di Youtube juga jadi salah satu penyebab merosotnya film nasional. Tapi setelah kita bicara dengan mereka, sekarang pengaruh itu bisa disebutkan tidak ada lagi.

Lalu, apa solusinya menurut Anda, agar film nasional kembali jadi pilihan penonton kita?

Saya rasa ini jadi tanggungjawab semua pihak yang terkait, baik itu pemerintah,orang-orang film dan semua yang terlibat dalam usaha ini,harus bahu membahu membangun film nasional untuk benar-benar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pemerintah misalnya, harus membenahi tata edar film nasional.

Kita yang punya rumah produksi harus membuat film yang lebih kreatif lagi, agar penonton mau datang ke bioskop untuk menonton film nasional. Intinya semua pihak harus bersatu bersama-sama membangun film nasional yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz