Beranda Buah Bibir Ayu Azhari Ajak Masyarakat di London Goyang Dangdut

Ayu Azhari Ajak Masyarakat di London Goyang Dangdut

139
0
BERBAGI
Ayu Azhari selain nyanyikan lagu dangdut di London juga unjuk kebolehan dengan menari tarian Burung Enggang,, tarian khas suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur. Foto: ist.

Jakarta, theatersatu.com: Artis film, model, dan penyanyi Indonesia Ayu Khadijah Azhari atau yang lebih populer dengan nama Ayu Azhari (49), baru saja mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia di London, dengan tajuk Indonesia Weekend. Tepatnya acara yang digelar Indinesia Weekend dan dapat dukungan dari PT. Telkom di Potters Fields Park London, itu berlangsung dua hari (7-8 September 2019).

Dihajatan ini, Ayu berkesempatan menghibur warga Indonesia dan warga Inggris di Panggung wonderfull Indonesia. “Dua hari yang menyenangkan bisa menghibur masyarakat Indonesia dan orang Inggris. Saya mengajak mereka berdendang dengan lagu dan musik tradisional Indonesia, ” cerita Ayu pada awak media di Jakarta kemarin.

Ayu melantunkan lagu-lagu dangdut, salah satunya berjudul Mawar Merah. “Ternyata orang Inggris cukup mengenal musik dangdut sehingga mereka ikut bergoyang. Bagi saya itu sambutan yang luar biasa” ungkap Ayu.

Ayu Azhari dan Sean  Azhari  putranya, serta rekanya saat tampil di London. Foto: ist.

Setidaknya setiap tampil Ayu mambawa tujuh lagu ketika ada jeda saat Ayu berganti pakain, agar panggung tidak kosong Sean Azhari putranya menggantikan dengan membawakann musik rab. “Saya ganti pakaian bisa 3 atau 4 menit. Supaya panggung tidak kosong Sean mengantikan. Dia ngerab, suasana jadi heboh, ” sambung Ayu senang.

Sebelum berangkat ke Inggris, Ayu menjanjikan bahwa dirinya akan menari tari Burung Enggang, tarian khas dari Kalimantan Timur. Ayu tampil dengan busana khas dayak diiringi musik etnik. “Selama menari 4 menit penonton hening, mereka menarik nafas terkesima dengan keindahan dan terbuai mendengar musik etnik Kalimantan. Saya gembira sekali,” ujar Ayu bagaimana ia mampu menyihir penonton yang menyaksikan di ranah Inggris Raya tersebut.

Sebelum tampil Ayu memaparkan secara ringkas tentang tari Enggang pada pengunjung. Dia menceritakan makna tarian ini tubadalah, yang mencerminkan sikap seorang pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab. Seorang pemimpin yang tangguh. Yang lebih penting tari Enggang menggambarkan kesetian pada pasangan.

Ayu pun merasa senang karena penonton terhibur dengan aksi panggungnya baik saat menyanyi juga saat menari tradisional khas daerah Indonesia. “Ada yang melempar koin di panggung. Dia bilang itu koin keberuntungan. Cukup banyak, saya hanya ambil satu untuk disimpan. Mereka takjub dengan tarian etnik” celetuk Ayu.

”Saya menari Tari Burung Enggang atau biasa disebut Tari Enggang yang sering dilakukan Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur. Tari Burung Enggang menjadi wajib dalam setiap upacara adat Suku Dayak Kenyah dan punya makna yang dalam,” papar Ayu yang tampil di panggung bersama sang putra Sean Azhari dan berkolaborasi dengan musisi tradisional.

Dikesempatan ini, selain mencari hiburan pengunjung juga berkesempatam mencicipi makanan Indonesia.
Semua makanan Indonesia dipromosikan, mereka suka. Umumnya orang yang datang sudah pernah berkunjung ke Indonesia. Mereka mengaku kangen makanan yang lezat dengan aroma rempah rempah yang menyehatkan.

“Gado-gado makanan seksi dan romantis dengan berbagai rasa. Pedas, asin, dan manis, ” tandas Ayu saat menyapa penonton yang memenuhi panggung Wonderful Indonesia untuk mempromosikan masakan khas Indonesia..

“Rendang apalagi, mereka bilang renyah dalam satu gigitan” sodor Ayu.

Intinya, Ayu senang bisa ikut berpartisipasi diacara Indonesia Akhir Pekan ini. Sebab, tidak saja ia mampu melantunkan beberapa lagu, Ayu juga ikut berbagai kuliner Indonesia yang disebutnya sangat kaya akan rasa dan juga berbagai aneka jenis. Sebagai contoh, Ayu menyebutkan aneka jenis soto.

“Ada soto ayam, soto Padang, soto Makassar, dan banyak lagi macam dan rasa,” beber bintang film Catatan Si Boy dan Pacar Ketinggalan Kereta itu, dalam ajang promosi budaya dan kuliner Indonesia untuk mempromosikan branding Indonesia di pasar Eropa.

Diakui Ayu di Inggris restoran Indonesia hanya ada di dua tempat, sementara pengemar masakan Indonesia sangat banyak. “Kementerian Parawisata mungkin perlu lebh banyak melakukan promosi, restoran Indonesia berpotensi untuk berkembang di manca negara karena kelezatan masakannya,” pungkas Ayu memberi saran.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of