Beranda Film Blusukan Jakarta, 102 Menit Angkat ke Film Sisi Lain Sudut Ibukota

Blusukan Jakarta, 102 Menit Angkat ke Film Sisi Lain Sudut Ibukota

1327
0
BERBAGI
Poster film Blusukan Jakarta. Foto: Ist.
Adegan film Blusukan Jakarta. Foto: Ist.
Adegan film Blusukan Jakarta. Foto: Ist.

Jakarta, theatersatu.com: Blusukan Jakarta, adalah produksi ketiga First Media Production, setelah film Sepuluh dan Mika. Ceritanya sederhana tapi penuh sindirian tajam buat mereka yang pura-pura peduli pada masyarakat kecil. Tepatnya, film Blusukan Jakarta arahan Azhar Kinoy Lubis ini, menceritakan dengan jujur kondisi tentang salah satu sudut Jakarta.

“Lewat film ini kita ingin menyampaikan kisah apa adanya. Yaitu melihat Jakarta sebagai ibukota dari sisi lain. Di sini segala karakter masyarakat Jakarta dihadirkan, dari orang baik sampai jahat ada,” ujar Azhar Kinoy Lubis, sutradara Blusukan Jakarta pada awak media, Senin (21/3/2016) malam usai primier di Jakarta.

Tepatnya tak hanya potret lika liku anak jalanan yang diangkat, film ini juga menuturkan urat nadi kehidupan, terutama kehidupan kampung kumuh di pinggiran Jakarta, premanisme, hingga prostitusi di tengah kampung digmbarkan dengan apa adanya.

“Anak-jalanan tak sekadar butuh uang recehan, melainkan butuh perlindungan dan pendidikan, kasih sayang, serta tempat tinggal yang layak. Melalui Film ini saya berharap jadi refleksi dan membuka mata kita bahwa mereka butuh pertolongan kita,” timpal Produser Eksekutif Blusukan Jakarta, Iwan Djaja.

Terlepas dari film ini adalah bagian dari pecitraan sebuah stasiun tv swasta, kisah yang disampaikan memang cukup menarik dan penuh gizi untuk diangkat ke layar lebar. Kisah ringkasnya, diawali dengan kehadiran seorang jurnalis asal Amerika bernama Tony, ditugaskan oleh perusahaannya membantu tim investigasi Berita Satu dalam mencari berita.

Begitu tiba di Jakarta, Tony langsung tertarik untuk meliput anak jalanan dan Acil, seorang anak jalanan, menjadi pilihannya. Namun interview yang awalnya berjalan lancar, berubah menjadi kacau saat Acil mencuri kamera Tony. Sekuat tenaga Tony mengejar Acil hingga akhirnya ia masuk ke dalam area perkampungan Nelayan. Bukannya berhasil mendapatkan kameranya, Tony malah terjebak di kampung tersebut.

Disana ia bertemu dengan Anggun, seorang gadis yang berusaha merubah dunia dengan menjadi guru bagi anak-anak jalanan. Lalu Marni, seorang ibu yang terpaksa menjadi pelacur karena keadaan dan Jampang, kepala preman di kampung nelayan.

Melalui mereka berempat, Tony pun masuk ke dalam kehidupan marginal masyarakat Jakarta dengan segala problematikanya. Dan seperti yang Anggun katakan, ‘Jakarta, mungkin bukan kota tercantik di dunia, tetapi jelas yang paling dirindukan oleh masyarakatnya’.

Judul film: Blusukan Jakarta, Durasi 102 Menit, Jenis Film : Drama, Produser : Johannes Tong, Sutradara : Azhar Kinoi Lubis, Penulis : Aristriana, Maria Kibtia, Produksi : First Media Productions, Pemain: Mentari De Marelle, Verdi Solaiman, Hengky Solaiman, Shita Destya, Clinton Lubis, Ence Bagus, Marcio Sebsam.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of