Beranda Buah Bibir Deddy Corbuzier dan Eka Gustiwana Angkat Derajat Tukang Ojek On Line

Deddy Corbuzier dan Eka Gustiwana Angkat Derajat Tukang Ojek On Line

111
0
BERBAGI
Deddy Corbuzier dan Eka Gustiwana bersama ojek on ine band orbitannya. Foto: Ibra.
Deddy Corbuzier dan Eka Gustiwana orbitankan tukang ojek on line jadi band terkenal. Foto: Ibra.

Jakarta, theatersatu.com: Sejak kemarin ini Facebook dan youtube digemparkan oleh sebuah lagu berjudul “Jangan Di Cancel” yang dibawakan oleh para tukang Ojek Online.

Maka jangan pernah remehkan pekerjaan seseorang, karena apa yang dilakukannya kadang hanya sebagai sarana menuju kesuksesan. Setidaknya hal itu berlaku buat beberapa anak muda yang mengais rejeki dari ojek online, yang kini marak di seluruh Indonesia. Ternyata setelah mondar-mandir mengantar penumpang para ojeker milenia ini bisa saling mengenal dan kemudian beraktualitasi tentang hobbynya bermusik dan membentuk grup band.

Pengojek online ini pun bersepakat ngeband, dengan personil Rezah, Topik, Nickky dan Diyan. Hal ini terjadi setelah merasa menemukan camistry, dengan satu misi dan visi dalam bermusik mereka, dengan judul “Jangan di Cancel.” Dan ternyata para tukang ojek ini serius dalam bermusik, terbukti 4 anak muda tangguh itu tidak sekedar iseng bermusik tapi juga membuat video klip yang hasil karyanya tidak kalah dengan para band papan atas.

Bahkan view dari grup ini, sudah mencapai 1 juta di facebook dalam 1 hari. Lalu siapa yang mengangkat derajat tukang ojek on line ini ke panggung hiburan? Adalah artis Deddy Corbuzier dan patnernya Eka Gustiwana yang telah mengantar para tukang ojek on line yang kini jadi buah bibir masyarakat, karena mereka kini telah jadi selebiriti.

“Ini berawal pesen makan via ojek. Lama nunggunya dan bapak-bapak da tua baru datang mengantarkan pesanan kami. Lalu kita juga suka baca berita-berita ribut ojek on line dan pangkalan. Lalu munculah inspirasi itu dan ingin merangkul mereka menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Deddy pada awak media di sebuah kafe, Jumat (29/9/2017) siang di kawasan Jakarta Selatan, mengapa akhirnya ia bersama rekannya ingin mengorbitkan tukang ojek on line ke panggung hiburan.

“Tujuannya tentu saja yang baik. Kita akan jual lagunya via RBT. Jika ada keuntungan dan setelah dipotong biaya produksi, hasilnya akan disumbangkan kembalikan ke masyarakat yang membutuhkan, seperti ke panti jompo,” lanjut Deddy lagi.

Sebelum keempat anak muda ini terpilih untuk ngeband, ditambahkan Eka, mereka terpilih diantara yang terbaik setelah diaudisi. “Mereka kini kita kontrak setahun dan selama setahun mereka tidak boleh meninggalkan profesinya sebagai tukang ojek. Maksudnya setelah mereka jadi penyanyi terkenal tapi mereka juga tetap ke profesi semula sebagai tukong ojek on line,” pungkas Deddy yang siap merugi mengorbitkan masyarakat biasa jadi selebriti ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz