Beranda Buah Bibir Ferry Angriawan Sudah Mendarah Daging Bisnis di Film

Ferry Angriawan Sudah Mendarah Daging Bisnis di Film

360
0
BERBAGI
Ferry Angriawan is back. Foto: Ibra.
Prescon peluncuran trailer, soundtrack dan novel film Serendipity, kemarin di jakarta. Foto: Ibra.

Jakarta, theatersatu.com : Produser senior Ferry Angriawan is Back ke film Bioskop. Tepatnya setelah hampir 8 tahun tidak bergerak di bisnis film bioskop, Ferry melalui rumah produksinya Virgo Putra Film, kembali menggeliat di film bioskop. Kepastian itu ditandai dengan peluncuran sountrack, novel dan trailer lewat film Serendipity kemarin di Jakarta.

“Saya memang merasa ga matching kalau bisnis di luar dunia sinema. Jelasnya bisnis di dunia film memang sudah mendarah daging buat saya,” aku Ferry sore itu dengan senyum khasnya.

“Kalau pun saya sempat vakum di film bioskop, itu bukan berarti saya tidak berkarya. Saya tetap menekuni dunia sinema tapi kemarin-kemarin lebih fokus ke sinetron,” terang Ferry optimis film yang diproduksinya di tangan Indra akan laris, seperti Indra menggarap film Dear Nathan..

Menyinggung tentang film produksi terbarunya, Fery menuturkan, “Serendipity ini jadi tantangan buat Virgo dalam memproduksi film-film untuk penonton anak muda dan keluarga. Dan (Indra Gunawan) sangat paham film untuk penonton anak muda ini.”

Bagi Virgo Putra Film sendiri, Serendipity adalah film produksi ke 72. Dengan judul yang sama, kisah ini diangkat dari novel terlaris karya Erisca Febriani ini ke layar lebar. Di film kisahnya 70 persen kata sutradara Indra Gunawan diambil dari novel, dengan menghadirkan para pelakon, diantaranya : Maxime Boutier, Mawar Eva de Jongh, Kenny Austin, Nadira Octova, Noami Paulinda, Gunawan, Dian Nitami, dan Marissa Nasution. Serta original soundtrack film yang berjudul “Mau Tau” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Ipang Lazuardi, yang akan menghiasi kisah di film ini.

Meskipun mengangkat kisah anak muda, film Serendipity bercerita sedikit berbeda dari cerita anak-anak berseragam putih abu-abu. Serendipity lebih menonjolkan dunia anak remaja saat mengalami jatuh cinta, saat menghadapi masalah cinta, dan bagaimana menyikapi problem orangtua, sampai persaingan di sekolah, yang mengarah pada perundungan, risak dan sering tidak adil.

 

 

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of