Beranda Film Film Cahaya Cinta Pesantren, Ungkap Kehidupan Pesantren Yang Indah

Film Cahaya Cinta Pesantren, Ungkap Kehidupan Pesantren Yang Indah

861
0
BERBAGI
Adegan film Cahaya Cinta Pesantren. Foto: Ist.
Adegan film Cahaya Cinta Pesantren. Foto: ist.
Adegan film Cahaya Cinta Pesantren. Foto: ist.

Jakarta, theatersatu.com: “Cahaya Cinta Pesantren” merupakan judul film perdana Fullframe Pictures Indonesia. Kisahnya menarik, lucu dan romantis, meskipun menuturkan kehidupan remaja di pesantren tapi indah dan religius. Lebih istimewanya lagi kisah ini digarap oleh sturadara muda non muslim, Raymond Handaya. Dan Raymond mampu meraciknya Cahaya Cinta Pesantern dengan pas pula. “Inilah nilai positif tambahan dari film ini,” kata Tabah Penemuan yang ikut tampil di film ini.

Ceritanya sesungguhnya sederhana saja karena gejolak remaja yang tengah mengalami puber bisa terjadi dimana saja, termasuk tentunya di dalam pesantren. Namun yang terpenting kata Ustd. Yusuf Mansyur pada wartawan, Senin (9/1/2016) disela priview film ini di Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, bahwa kehidupan di pesantren itu sesungguhnya indah dan itu banyak masyarakat yang belum tahu. “Itulah mengapa kisah dan temanya diangkat dari dunia pesantren,” kata Ustd. Mansyur.

Tepatnya inilah Film tentang pendidikan, sosial dan religi yang dibalut cerita keluarga, persahabatan, romantisme dan seluk beluk anak-anak muda yang menempuh pendidikan di pesantren. Hal ini divisualkan dalam gambar-gambar yang dinamis, membentuk mosaik yang jalin menjalin. Setting waktu dan lokasi, dibalut dalam sinematografi yang indah membuat dramatis film ini begitu menyentuh dan bermakna. Ditambah oleh unsur pariwisata dimana dalam film ini terdapat adegan silat lokal dan lokasi syuting di medan dan indahnya panorama danau Toba yang memanjakan mata.

Diperankan oleh Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Wirda Mansur, Elma Theana, Tabah Panemuan, Zee Zee Shahab, Fachri Muhammad, lebih jelasnya, menuturkan kehidupan seorang anak nelayan di danau Toba bernama Shila (Yuki Kato), anak perempuan yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di daerahnya namun tidak lolos, karena keterbatasan biaya orang tuanya tidak mungkin menyekolahkan Shila di SMA Swasta.

Awalnya Shila menolak namun atas bujukan orang tuanya jadilah Shila santri di Pesantren Al-Amanah. Dunia pesantren yang disiplin ditambah jadwal pelajaran dan kegiatan yang seakan tiada henti membuat Shila mesti beradaptasi, di pesantren tersebut. Ditempat baru ini, Shila bersahabat dengan Manda (Febby Blink), Aisyah (Via Blink) dan Icut (Vebby Palwinta). Tapi dengan Manda, Shila merasa paling dekat. Karena keduanya tidak betah tinggal di pesantren tanpa sepengetahuan yang lain, keduanya pun kabur dari pesantren. Tapi takdir membawa mereka berdua kembali ke pesantren itu.

Manda mantap untuk menjadi santri di situ. Tapi Shila, masih belum yakin. Selain urusan pelajaran, sebagai gadis yang tengah puber, shila pun berurusan dengan perasaan. Ia jatuh hati pada Rifqy (Fachri Muhammad), santri senior. Shila berusaha menjalani kehidupan pesantren ditengah bermacam konflik. Mulai dari konflik yang membuat persahabatannya berantakan. “kepergian” orang yang ia sayangi, hingga ia sempat diancam akan dikeluarkan dari pesantren justru saat ia telah benar-benar jatuh hati pada pesantren itu. Dan Shila berhasil melalui itu semua, karena pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke pesantren; “Kalau kita mencintai segala sesuatu karena Allah, maka kita tidak akan pernah kenal yang namanya kecewa atau sakit hati.”

Buat yang penasaran film pop religi pertama di Indonesia Cahaya Cinta Pesantren ini, akan hadir di seluruh bioskop mulai 12 Januari 2017.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz