Beranda Film Film Lamaran, Kisah Dua Budaya Gelar Hajatan dikemas Komedi Bingit

Film Lamaran, Kisah Dua Budaya Gelar Hajatan dikemas Komedi Bingit

1852
0
BERBAGI
Poster film Lamaran.
Adegan film Lamaran, Reza Nangin dan Acha Septriasa, Kompak lucu.
Adegan film Lamaran, Reza Nangin dan Acha Septriasa, Kompak lucu.

Jakarta,theatersatu.com: Dengan durasi 95 menit, film Lamaran produksi terbaru Rapi Film bisa jadi salah satu pilihan untuk menonton di hari libur panjang selama lebaran 2015 ini.

Sebab dipastikan penonton dimanjakan oleh sang peracik Monty Tiwa untuk ke bioskop dengan bersenang-senang dan tertawa sepuas-puasnya.

Pasalnya film Lamaran yang menghadirkan sederet bintang terkenal, diantaranya Dwi Sasono, Restu Sinaga, Mongol, Cok Simbara, Wieke Widowati, Acha Septriasa, Reza Nangin, Arie Kriting, Sacha Stevenson ini, Tora Sudiro, dikemas dengan genre drama komedi bingit.

“Film Lamaran adalah film perdana Rapi Film yang digarap buat penonton yang tengah menikmati liburan panjang lebaran,” kata eksekutif Produser Rapi Film, Sunil Samtani pada wartawan, usai Priview film barunya di Jakarta, Rabu (8/7/201).

“Kita tak ingin penonton nonton Lamaran untuk berpikir berat dan bikin capek. Tapi kita berikan hiburan yang ringan dan segar, agar penonton senang dan tetap rileks saat dudut manis menonton film ini,” Ujar Sunil.

Satu hal yang menjadi kejutan di film ini, adalah kehadiran Acha Septriasa yang tidak biasa. ia yang selalu berlakon jadi wanita serius dan dengan drama percintaan dibuat harus terus melucu. “Kita sengaja minta Acha tampil kocak dan tidak serius seperti di film-film sebelumnya. Seperti Sandra Bullock yang selalu beradegan serius tapi begitu tampil di film Virgin, ia kocak dan lucu. Nah, Acha pun mampu melakukan hal ini dengan baik di film Lamaran,” puji Sunil.

Kelucuan Acha yang berlakon sebagai Tiar pengacara yang tengah merintis menuju sukses, mampu diimbangi dengan baik, dengan kelucuan lawan main Reza Nangin. Reza posisinya adalah bawahan Acha di film ini sebagai resepsionis bernama Aan yang agak beloon tapi sebenarnya cerdas dan punya selera humor yang tinggi.

Kelucuan-kelucan itu tak cuma dibangun oleh Acha dan Reza. Namun juga ada Sacha Stevenson, bule yang berperan jadi detektip dan pintar berbahasa Sunda. Penonton kian dibuat gerr dengan kehadiran Arie Untung, Mongol, Cok Simbara, Dwi Sasono, Restu Sinaga, Wieke Widowati dan beberapa pemain lainnya.

Tentu saja kelucuan demi kelucuan itu bisa dinikmati dari awal hingga akhir kisah dengan menghadirkan dua budaya, Sunda dan Batak yang begitu memikat.

Ceritanya sendiri diawali dengan TIAR, seorang pengacara muda ambisius asal Batak, yang tiba-tiba karirnya melejit berkat keberaniannya membela BASUKI, klien untuk kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan ARIF RUPAWAN, seorang bos mafia. Gara-gara liputan media, Tiar yang selain pintar juga cantik menjadi terkenal dan membuatnya menjadi sasaran ancaman pembunuhan dari Arif yang takut Tiar akan membongkar keterlibatannya.

Muncul untuk melindungi Tiar, dua orang super agent ARI dan SASHA dengan segala keahlian mereka yang kadang-kadang menghalalkan segala cara, termasuk merekrut seorang resepsionis kantor Tiar yang polos, AAN, cowok Sunda, untuk menjadi mata-mata dengan cara disetting menjadi pacar Tiar. Sialnya, keberadaan Aan sebagai “pacar” Tiar justru ditanggapi serius oleh keluarga besar Tiar, yang langsung memprotes Aan yang bukan orang batak, berani-beraninya mendekati putri kebanggaan mereka.

Demi menjaga penyamarannya sebagai pacar Tiar, Aan dibantu Ari dan Sasha pun berusaha mengambil hati keluarga besar Sarigar, antara lain dengan berusaha membeli marga. Namun hal ini justru dimanfaatkan oleh sepupu Tiar, MEJA, yang menggunakan kesempatan pembelian marga ini untuk keuntungan diri sendiri.

Di sisi lain, Bu Sarigar berusaha menjodohan Tiar dengan RAYMOND, pemuda Batak ganteng sempurna supaya Tiar mau “memutuskan hubungan” dengan Aan. Tidak disangka-sangka, dengan kepolosan dan keluguannya, Aan justru betul-betul mengambil hati Tiar. Bahkan, Aan juga berhasil memberi inspirasi ke Bu Sarigar untuk berani tampil meraih cita-citanya, menjadi seorang stand up comedian.

Masalah muncul saat ibu Aan, BU EUIS, tahu juga mengenai hubungan Aan dan Tiar. Bu Euis yang semulai mencoba berbesar hati anaknya menikah bukan dengan orang Sunda, shock saat berhadapan dengan benturan budaya dengan keluarga Sarigar. Apalagi Bu Sarigar juga memanfaatkan kepanikan Bu Euis, untuk menakut-nakuti Aan membatalkan rencana untuk melamar.

Tiar dan Aan harus menghadapi pihak-pihak yang tidak menginginkan mereka bersama. Keluarga besar Tiar, Bu Euis, dan juga ancaman pembunuhan dari Arif Rupawan yang semakin membabi-buta mau menghabisi Tiar.

Penasaran ingin liat kelucuan film Lamaran. datang aja ke bioskop mulai 15 July ini udah bisa disaksikan, kok!

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of