Beranda Buah Bibir Gion Prabowo: “Filmmaker Harus Melindungi Karyanya”

Gion Prabowo: “Filmmaker Harus Melindungi Karyanya”

65
0
BERBAGI
Gelar talk show Bekraf dan BPI Rabu (19/9/2018) kemarin di Jakarta, bertajuk How To Protect and Monetize Your IP, yang menjadi bagian acara Akatara. Foto: Ki2.
Foto: Ki2

Jakarta, theatersatu.com: Persoalan jiplak menjiplak ide seakan jadi hal yang biasa dan lumrah terjadi di negeri ini. Padahal itu termasuk kekayaan intelektual yang perlu dilindungi secara hukum, terutama bagi si pembuat ide tersebut. Kasus ini terutama sering terjadi di panggung hiburan, ketika kita punya ide membuat sebuah program atau cerita film dan sejenisnya.

Mengenai kekayaan intelektual ini dibahas Rabu (19/9/2018) kemarin di Jakarta, bertajuk How To Protect and Monetize Your IP, yang digelar menjadi bagian acara Akatara, yang dilaksanakan Bekraf dan BPI. Dimana dalam acara tersebut menghadirkan dua nara sumber, yaitu Ketua Bidang Perlindungan dan Mediasi Badan Perfilman Indonesia, dan sekaligus Ketua Umum Pafindo Bagiono Prabowo, SH yang biasa disapa Gion dan Ari Juliano Gema.

“JIka kita punya ide untuk membuat cerita film atau yang sejenis, seorang filmmaker harus berani melindungi karyanya, agar tidak ditiru atau dijiplak orang lain. Sebab, untuk membuat cerita itu kan bagian dari kekayaan intelektual yang datang dari Alloh. Maka dengan semestinya kita harus bisa melindungu karya kita sendiri,” terang Gion.

Caranya menurut Gion, setiap membuat cerita atau program dalam sebuah proposal, harus ditulis bahwa itu ide kita dan dilarang untuk mencontek atau menjiplak apa yang sudah kita buat. “Ini cara sederhana untuk langkah awal melindungi karya yang kita buat agar tidak disalah gunakan pihak lain,” tutur GIon.

“Jika karya kita diambil orang lain karena kita punya bukti fakta hukum yang kuat, gugat saja atau somasi saja. Jangan takut untuk mengugat karena tidak mampu membayar pengacara misalnya. Karena jasa pengacara bisa dilakukan lewat Lembaga Badan Hukum ((LBH) secara gratis,” lanjut Gion memberi solusi andai kita punya masalah dengan karya kita.

“Namun jika karya kita sudah dijual pada produser, tentu akan lain ceritanya. Semua tergantung kesepakatan kerjasama kita. Yang pasti saya sarankan sekali lagi para filmmaker kita harus bisa melindungki karyanya sendiri, agar tidak dirugikan atau ada masalah dikemudian hari,” pungkas Gion.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of