Beranda Buah Bibir Wa’alaikumussalam Paris, Komedi Romantis Ala Benni Setiawan

Wa’alaikumussalam Paris, Komedi Romantis Ala Benni Setiawan

6217
0
BERBAGI
Poster film Wa'alaikum Salam Paris. Foto: Ilustrasi.
Produser Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat. Foto: Kiki
Produser Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat. Foto: Kiki

Jakarta, theatersatu.com: Benni Setiawan sutradara terbaik FFI 2010, kembali menghadirkan karya terbaiknya di layar lebar. Judulnya Wa’alaikumussalam Paris yang diproduksi Maxima Pictures. Wa’alaikumussalam Paris adalah film bergenre drama romantis komedi ala Benni Setiawan.

“Lokasi sutingnya sebagian besar kita pilih di kebun anggur di desa terpencil di selatan kota Bordeaux,Paris. Panorama alamnya keren, kisahnya juga keren karena digarap secara ringan dengan genre drama romantis komedi oleh Benni Setiawan,” terang Ody Mulya Hidayat pada wartawan baru-baru ini.

Pemain-pemain yang dimunculkan pun diyakini adalah para pelakon yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu pecinta film nasional. Sebut saja ada Tanta Ginting, Borisbokir, Luthya Sury, Joe Project, Fransoa, Velove Vexia dan Nino Fernandez. Sedang kisahnya menurut Ody sulit ditebak seperti apa endingnya. “Yang penting seru, ringan dan mata penonton kita manjakan dengan keindahan kota Paris dan juga alam pedesan kebon Anggur di Paris dan  alam desa Indonesia,” ujar Ody.

“Wa’alaikumussalam Paris“ yang akan tayang di bioskop mulai 17 Maret 2016 ini, kisah lengkapnya menuturkan Itje, gadis asal desa bojong, berharap besar hidupnya berubah drastis setelah menikah dengan pria Perancis, bernama Clement. Begitu juga orang tua Itje yang selalu pamer pada tetangganya kalau Itje menikah dengan orang kaya dan akan tinggal di Paris .

Tapi apa yang Itje harapkan, jauh dari kenyataan, Itje dibawa ke sebuah desa terpencil di selatan kota Bordeaux, di perkebunan anggur dan tinggal di rumah yang terdapat di hutan yang jauh dari mana mana .

Terang saja Itje kecewa dan protes pada suaminya yang biasa dipanggil Emen oleh Itje, malapetaka lain, disana tak ada sinyal internet dan telepon, Itje yang tak bisa lepas dari gadget, sosial media, jadi tersiksa. Setiap hari Itje hanya marah marah meminta Emen membawanya ke Paris untuk shoping dan selfie ditempat wisata.

Clement berjanji akan membawa Itje ke Paris setelah panen anggur, Itje akhirnya mau menunggu. Saat musim panen akan tiba, datang lah pemuda Indonesia bernama Dadang yang akan bekerja sebagai pemetik anggur di kebun milik suami Itje.

Kehadiran Dadang membuat Itje senang karena ada yang bisa diajak ngobrol, Itje juga meminta Dadang mengajari suaminya yang mualaf sholat dan mengaji. Tapi kehadiran Dadang dan Camille, mantan pacar Clement membuat rumah tangga Clement dan Itje mendapat masalah.

Bagaimanakah nasib hubungan Itje dan clement ?

Bisakah Itje pergi ke Paris memenuhi janjinya mengirimkan photo photo selfie di Paris untuk dibanggakan pada keluarga dan teman temannya ?

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz